Monday, 17 November 2008

Little bit opinion n advice

Ilustrate..
Ada temen blg: “klo liat brita aneh y, masa bencana ga habis-habis”.
Me: ”hmmm….”.
Dy: ”Kadang aq mikir.., benarkah ini hukuman bukan bencana”.
Me: ”……”.

My opinion..
Menurutku itu ujian. Semua yang terjadi pada manusia, hal buruk dan menyedihkan bahkan sesuatu yang baik dan membahagiakan, semua ujian. Hmm, kedengarannya aneh y.., klo kejadian buruk ok lah masuk akal itu ujian. Tapi, sesuatu yang bikin happy kok termasuk ujian.

Example..
Kita ambil contoh. Setelah beberapa tahun bekerja keras, alhamdulillah akhirnya apa yang kita harapkan terkabul. Posisi di perusahaan ok dan pastinya income pun ok lah. Yah singkatnya semua lancar. Dari sini ujian dari kebahagiaan dimulai. Ada dua option apa yang akan kita lakukan selanjutnya:
1. Saking happy nya, akhirnya foya-foya – lupa bersyukur – lupa daratan
2. Happy tapi diiringi dengan syukur dan tetap gak lupa sama lingkungan sekitar
Dari kedua poin itu, dah kelihatan kan mana yang sebaiknya dilakukan…, jadi, klo dapet rejeki jangan lupa dibagi sama yang lainnya yaa.. :D

Lanjut….

Ujian itu tujuannya menguji seberapa sih keimanan kita. Sejujurnya aku sendiri gak bisa mengukur tingkat iman seseorang. Tapi mungkin kita bisa lihat dari sisi kesabaran. Kalau bisa terus sabar dan mengambil hikmah dari kejadian-kejadian itu, bisa jadi kita lulus ujian.

Sama halnya dengan naik kelas. Naik ke level yang lebih tinggi, tentunya akan menemukan ujian-ujian lain lagi yang juga lebih sulit lagi. Tapi…, klo kebalikannya, yaa gak tau deh, bisa stuck in d mid, ato saking gak kuatnya hadapi ujian itu, trus stress, ato malah lari ke hal-hal negatif. Dari semua itu yang harus disadari adalah Allah tidak memberi ujian di luar batas kemampuan manusianya.

A little advice..
Jadi, klo udah gak kuat, ya ‘lari’nya ke Allah lagi.

My opinion lagi..
Oia, ada satu hal lagi yang berkaitan dengan masalah ujian ini. Kita sadari ataupun tidak, kebahagiaan yang kita alami itu hanya mengambil beberapa paragraf dari sebuku ujian kehidupan kita.

Example lagi..
Hari ini kita lulus ujian trus wisuda dengan status cum laude. Wow, betapa bahagianya kan...
Tapi besok, kita dah pusing mau nglamar kerja dimana ya.., ato mau bikin usaha apa ya..

Gak pake lama, dapat kerja dengan posisi lumayan dan gaji sesuai permintaan kita. Seneng banget kan.. Tapi gak lama, dah pusing lagi gimana memenuhi target-target ataupun tugas-tugas yang….. (tau sendiri lah).

Target dan tugas kerja smua lancar. Trus lanjut ke… WALIMAH… hip hip horrrrreee..
Prosesi smua lancar.. (alhamdulillah). Besok bangun pagi, aaarrrrggghhh…..... (ah sudahlah, lanjutin sendiri. Dah paham kan batu kerikil, batu kali, batu sandungan, halang rintangnya kehidupan rumah tangga)

Seterusnya, lanjutin sendiri ya contoh-contohnya.

Ya begitulah kehidupan. Banyak pusingnya dibanding senengnya. But, klo kita bersyukur, gak akan terasa seberat itu kok.

A little bit advice lagi..
Selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dengan kita. Saat kita bahagia, akan terasa lebih bahagia dengan rasa syukur kita. Saat kita sedih atau menghadapi permasalahan, tetaplah bersyukur. Karena, dengan kita diberi ujian (skali lagi baik atau buruk), berarti Allah masih memperhatikan kita, Allah masih sayang dengan kita.

Hehe.. Segini dulu y.. Kapan-kapan dilanjut lagi.. Maap y klo ada salah kata. Maklumlah, I’m just an ordinary human too.. Semoga bermanfaat :D

Thursday, 8 March 2007

Menunggu itu Menyebalkan ? (part 2)


Ini adalah lanjutan dari "Menunggu itu Menyebalkan ?".

Aku telah merasakan poin ke-2 dimana sesuatu yang aku tunggu tidak menyadari bila sedang ditunggu. Setelah sekian lama aku menunggu, ternyata akhirnya dia tidak datang dan malah pergi. Namun aku terlambat menyadarinya. Marah dan sedih bercampur jadi satu. Ingin sekali aku menangis dan teriak, tapi itu tidak dapat kulakukan, aku hanya bisa diam, padahal hatiku rasanya...
Menunggu itu bukan lagi menyebalkan, namun sesuai dengan lirik lagu dari Ribas bahwa menunggu ternyata menyakitkan. Humpfh......

Sekarang aku baru menyadari kesalahanku. Aku salah karena hanya diam tidak memberitahunya kalau aku menunggunya. Aku salah karena hanya diam membiarkan dia pergi meninggalkanku sendiri.
Sekarang, aku hanya bisa berharap bahwa hal ini adalah yang terbaik untukku dan semua. Aku berharap nantinya akan ada secercah kebahagiaan setelah kejadian menyakitkan ini berlalu.

Wednesday, 14 February 2007

14 Februari

14 Februari dikenal dengan Hari Valentine-nya. Sebenarnya bagaimana sejarah tentang Valentine ini?

Pada tahun 496, (menurut Ensiklopedia Katolik) Paus Gelasius II, menetapkan bahwa 14 Februari merupakan Hari Raya Peringatan Santo Valentinus. Namun ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli Hari Raya Lupercalia (Lupercus adalah Dewa Kesuburan di Roma kuno) yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Pada abad-14, sastrawan Inggris-Geoffrey Chaucer menulis puisi berjudul Parlement of Foules (dikenal juga dengan judul "Parliament of Fowls," "Parlement of Briddes," "Assembly of Fowls" atau "Assemble of Foules") yang berisi bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin.

Kemungkinan besar atas dasar itulah kemudian banyak legenda mengenai Santo Valentinus diciptakan. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
  • Sore hari sebelum Valentinus akan gugur sebagai Santo, ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Mulai saat itu, banyak legenda juga yang menghubungkan 14 Februari dengan keguguran Santo Valentinus sebagai Santo.

Pandangan Islam terhadap Valentine
Islam tidak mengenal hari kasih sayang. Kasih sayang dalam Islam bersifat universal, tidak dibatasi waktu dan tempat dan tidak dibatasi oleh objek dan motif. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad: "Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (H.R. Bukhari). Islam melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari" HR. Muslim. Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahmi, menjenguk yang sakit, meringankan beban tetangga yang sedang ditinpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada kebenaran (amar ma'ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar.

Jadi, terserah anda bagaimana anda menyikapi Valentine's Day-14 Februari.