Wednesday, 14 February 2007

14 Februari

14 Februari dikenal dengan Hari Valentine-nya. Sebenarnya bagaimana sejarah tentang Valentine ini?

Pada tahun 496, (menurut Ensiklopedia Katolik) Paus Gelasius II, menetapkan bahwa 14 Februari merupakan Hari Raya Peringatan Santo Valentinus. Namun ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli Hari Raya Lupercalia (Lupercus adalah Dewa Kesuburan di Roma kuno) yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Pada abad-14, sastrawan Inggris-Geoffrey Chaucer menulis puisi berjudul Parlement of Foules (dikenal juga dengan judul "Parliament of Fowls," "Parlement of Briddes," "Assembly of Fowls" atau "Assemble of Foules") yang berisi bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin.

Kemungkinan besar atas dasar itulah kemudian banyak legenda mengenai Santo Valentinus diciptakan. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
  • Sore hari sebelum Valentinus akan gugur sebagai Santo, ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Mulai saat itu, banyak legenda juga yang menghubungkan 14 Februari dengan keguguran Santo Valentinus sebagai Santo.

Pandangan Islam terhadap Valentine
Islam tidak mengenal hari kasih sayang. Kasih sayang dalam Islam bersifat universal, tidak dibatasi waktu dan tempat dan tidak dibatasi oleh objek dan motif. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad: "Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (H.R. Bukhari). Islam melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari" HR. Muslim. Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahmi, menjenguk yang sakit, meringankan beban tetangga yang sedang ditinpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada kebenaran (amar ma'ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar.

Jadi, terserah anda bagaimana anda menyikapi Valentine's Day-14 Februari.

Menunggu itu Menyebalkan ?

Betul atau tidak ?

Bila sesuatu yang kita tunggu pada akhirnya datang, maka bersyukurlah. Apalagi bila sesuatu itu membuat kita bahagia.

Bagaimana bila sesuatu yang kita tunggu tidak juga datang? Sebal? Tentu saja. Karena kita telah sabar menunggu. Meskipun dengan sedikit menggerutu.

Namun ada yang lebih menyebalkan, yaitu :
1. Bila sesuatu yang kita tunggu tidak datang dan tanpa konfirmasi;
2. Bila sesuatu yang kita tunggu tidak menyadari bila sedang ditunggu.
Sehingga membuat kita harus menunggu tanpa tahu kapan berakhir.

Jadi untuk saya pribadi, menunggu itu menyebalkan. Karena menunggu = wasting time.

Jangan buat orang lain menunggu bila kita tidak suka menunggu.

Tuesday, 13 February 2007

Our Live Belongs to God

Hidup, selalu penuh dengan cobaan.

Yang dapat kita lakukan untuk melalui cobaan itu hanya berusaha untuk mendapat jawaban dan solusi yang terbaik. Terbaik untuk diri kita sendiri dan lainnya. Dan pastinya kita harus terus bersabar dan berdoa. Karena Tuhan tidak memberi cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.

Di balik semua cobaan, pasti ada hikmah yang tersirat. Tergantung kita dapat melihat hikmah itu atau tidak. Hikmah itu tak terlihat bila kita memandang terlalu dekat. Mudurlah selangkah, pasti kita dapat melihatnya. Ambil hikmah itu, camkan, maka akan menjadi pelajaran yang amat berharga.

Pada dasarnya, cobaan yang kita alami merupakan ujian dari Tuhan. Suatu ujian untuk mengukur taraf keimanan kita pada Tuhan kita. Bila kita menjalani ujian itu dengan sabar, ikhlas, dan kita semakin dekat dengan Tuhan, artinya kita lulus dan akan mendapatkan berkah dan kebahagiaan yang setimpal. Tapi bila kita semakin jauh dari Tuhan, jangan berharap mendapat happy ending.

Tetaplah bersyukur bila diberi cobaan. Karena cobaan = perhatian Tuhan.

Remember, our live belongs to God. Dan akhhirnya, dengan cobaan membuat kita semakin dewasa.