Thursday, 9 November 2017

DIY Hanging Jewelry Storage

Temanya masih tetap memanfaatkan barang bekas. Pakai bahan seadanya di rumah:
  • Kain sarung sisa Eyang Mama bikin bawahan mukena
  • Mika plastik bekas tempat gendongan. Padahal ini gendongannya sudah entah kemana, eh… plastiknya kok ya masih aja ada.Dan kebetulan di plastiknya memang sudah ada gantungannya. Kalau nggak ada gantungan, bisa pakai hanger baju biasa
  • Pita, sisa dulu pernah beli 1 roll buat apalah-apalah
  • Benang disesuaikan
  • Bedak tabur


Alat:
  • Gunting
  • Mesin jahit
  • Jarum pentul
  • Lem tembak


Cara membuat:
  1. Potong plastik dengan ukuran menyesuaikan kebutuhan, kalau aku 33x8 cm  sebanyak 11 lembar
  2. Ukuran dan banyaknya menyesuaikan panjang kain dan plastik.
  3. Potong pita sepanjang plastik untuk hiasan bagian atas. Tidak ditempel pita juga tidak apa-apa, ini untuk mempercantik saja
  4. Susun dan sematkan dengan jarum pentul
  5. Lem pita pada plastik dengan lem tembak
  6. Jahit masing-masing plastik di sisi bagian kanan, kiri, dan bawah
  7. Jahit bagian tengah sepanjang kain
  8. Rapikan bagian pinggir kanan, kiri, dan bawah


Note:
Sebelum menjahit, taburi plastik dengan bedak tabur tipis-tipis agar plastik nggak lengket di mesin jahitnya.


Hasilnya tempat perhiasan gantung. Karena aku bawaannya sering keburu-buru, kalau ada tempat perhiasan gantung ini semuanya kelihatan. Tinggal comot bros yang dicari, langsung pakai dan wuzzz…. tancap :D

Tuesday, 7 November 2017

PVC Pipe Projects + Tshirt Recycle = DIY Toys Storage

Lemari penuh kaosnya daddy, banyak yang nggak terpakai karena sukanya kalau di rumah nggak pakai baju (bahasa sininya ote-ote). Bojonya kan jadi sumpek, terus bongkar lemari dan nemu setumpuk kaos lama. Sebagian disumbangkan, sebagian dia request potong lengannya aja, sebagian lagi kalau disumbangkan itu nggak layak, tapi kalau di pakai lap pel itu stoknya sudah banyak. Lalu datanglah ide (nyontek yang banyak nongol di pinterest), yaitu diy toys storage.

https://www.instagram.com/p/BajNaSCBvI7/?taken-by=rinintyaning
Beginilah jadinya...


Sayang prosesnya gak difoto satu per satu. Tapi yang nggak terlupakan di setiap prosesnya itu momen:
  • Disaat emaknya sibuk potong-potong pvc, si baby (3y3mo) nyletuk “mami apain.. apain mami…” (baca: mami lagi ngapain)
  • Pas sudah ada potongan-potongan pvc, baby & keponakan tercinta sibuk bongkar pasang pipa dan sambungannya sesuka mereka, yang jadi tongkat nenek lah, microphonelah, malah sempat juga bisa buat semacam treadmill
  • Pas sudah jadi, dia sibuk main di dalamnya. Pokoknya suka banget dengan apapun yang mereka explore.


Bahan:
3 pcs tshirt, potong kotak, ukuran:
    A. 2 potong  64 x 45 untuk depan belakang
    B. 2 potong  50 x 35 untuk kanan kiri
    C. 2 potong 40 x 30  untuk alas
1 lembar karton, ukuran 40 x 30 untuk diselipkan di bagian alas, agar kaos tidak longgar saat diisi mainan.
pipa pvc, potong ukuran:
    a. 4 pcs 40 cm
    b. 4 pcs 28 cm
    c. 4 pcs 30 cm
    d. 8 pcs 4 cm
8 pcs knee/keni
8 pcs tee
Benang disesuaikan

Alat:
  • Gergaji / pemotong pipa pvc
  • Mesin jahit
  • Gunting kain
  • Jarum pentul




Cara membuat:
  1. Potong-potong pipa pvc sesuai ukuran yang telah ditentukan
  2. Pasang potongan-potongan menjadi kotak. Oh ya, potongan pipa (d) ukuran 4cm itu, di gambar tidak terlihat, karena dia tersembunyi untuk menyambung antara tee & knee (bagian pojok). Karena di Indonesia sepertinya sulit sekali dapat sambungan 3way
  3. Potong tshirt menjadi kotak sesuai ukuran yang diinginkan
  4. Jahit potongan kaos A dan B, bagian atas dan bawah untuk dimasukkan pada pipa
  5. Potongan kaos bagian alas, jahit di ketiga sisi, sisakan 1 sisi untuk tempat masuk karton
  6. Satukan semua sisi kaos dengan jarum pentul, dan jahit.


Kemarin itu, karena pipanya sisa bahan yang lalu, jadi potongnya asal saja. Tapi kalau mau pas, sebaiknya ukuran pipa (a) dikecilkan jadi 30cm. Karena panjang 1 pipa, 4m. Kalau pakai ukuran di atas, perlu pipa 4,3m (nanggung kalau beli 2). Kalau ukuran pipa (a) jadi 30cm, totalnya butuh pipa 3,9m. Cukuplah beli 1 aja.


Selesai.. Semoga tulisan ini bermanfaat ya…. Thank you for your coming :)

Friday, 12 May 2017

Mencintaimu Sebaik-baiknya

Beberapa waktu lalu ada sodara yang bilang "cinta kita ke pasangan itu sekedarnya aja, biar dia (baca: Suami/Istri) yang mencintai kita sepenuhnya." Hmm.... no comment waktu itu. Lalu belakangan mikir. Apa memang seharusnya begitu kah? Aku bakalan setuju kalau kalimatnya cukup sampai koma.
"Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, sebab bisa jadi suatu hari akan menjadi musuhmu dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, sebab suatu hari ia akan menjadi kekasihmu yang paling setia". (HR.Tirmidzi)
Yang aku pikirkan kalimat setelah koma itu "....biar dia yang mencintai kita sepenuhnya." Jelas banget kalimat ini ceritanya bukan tentang hadits di atas.

Jadi ingat pesan "Pak Ustad" waktu nikah. Menikah itu 3SALING, yaitu saling mencintai, saling membantu, saling memaafkan. Catatan pertamaku adalah kata "saling", dimana kalau aku intip di KBBI artinya adalah "kata untuk menerangkan perbuatan yang berbalas-balasan". Yang artinya gak mungkin berbalas kalau dilakukan satu orang. 



Kedua, jadi ingat juga ada yang bilang kalau pasangan kita adalah cerminan diri kita. Which means kalau kita mencintainya sekedarnya apa tidak menutup kemungkinan kalau ternyata dia juga mencintai kita sekedarnya...?

Yang ketiga, apakah adil apakah etis kalau kita tidak memberikan yang terbaik tapi kita berharapkan mendapatkan yang terbaik? 

Yang keempat, keburukan/kebaikan apapunlah itu pokoknya segala perbuatan itu lambat laun menular lo ke orang terdekat kita. Jadi kalau cinta kita sekedarnya, apa nggak nanti lama-lama cintanya dia jadi ikutan sekedarnya?

Dan terakhir (ini yang paling penting), setiap rumah tangga pasti harapannya adalah sakinah, mawaddah, dan rahmah yang artinya keluarga yang selalu diberikan kedamaian, ketentraman, selalu penuh dengan cinta dan kasih sayang, saling menutupi kekurangan pasangannya dan bersinergi untuk mempersembahkan yang terbaik.

Cukuplah dari kelima catatan itu, kalau aku pribadi akan mencintai dia sebaik-baiknya (InShaAllah). Dia adalah ayah dari anak-anakku, dia adalah suamiku, dia jalanku untuk meraih surgaku.... Sebagaimana sabda Rasulullah, 
“Perhatikanlah selalu bagaimana hubungan engkau dengan suamimu, karena ia adalah surgamu dan nerakamu”. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ath Thabrani)