Sunday, 10 April 2011

Me & Coffee (part 1)

Kopi. Suka banget sama kopi. Hmmm.. sejak kapan ya..

Kopi pertama yang aku kenal mereknya Sidomulyo. Asli enak banget. Beda sama kopi-kopi yang dijual di pada umumnya. Kopi ini cuma dijual di Pasar Klojen. Kopi yang selalu diminum Bapak tiap pagi kecuali kalau lagi kehabisan. Dan aku kadang suka curi-curi nyruput.

Nggak tau kopi merek ini ada sejak tahun berapa, jenisnya apa, pemiliknya siapa. Penasaran sih. Pengen tanya-tanya tapi tadi waktu kesana tokonya tutup.

Aku, sempat jadi coffee addict sejak kuliah semester 4 (tahun 2004). Saat itu demi menghabiskan praktikum-praktikum, aku harus begadang buat ngerjakan tugas-tugasnya. Inspirasiku bandel, maunya datang kalau yang lainnya pada tidur. Terpaksa ngopi biar bisa tidur larut. Paling parah pas ngerjakan skirpsi. Pagi-siang-sore-malam ngebut ngerjakan skirpsi dan kopi jadi minuman wajibku. Kelar semua itu..., eh ternyata nggak bisa berhenti ngopi. Jadilah aku coffee addict

Mei 2010. Kerjaan kantor gila-gilaan plus lagi merampungkan tesis yang udah terlantar beberapa bulan. Pagi-sore kerja. Pulang kerja depan kompi sampai pagi. Semua itu bikin nggak nabsu makan, tapi nggak bisa kalau nggak ngopi. Sampai suatu hari, dari sore perut udah berasa nggak enak, kirain lagi masuk angin. Nggak aku pedulikan karena tetep harus ngejar deadline tesis. Makin lama sakit perutnya makin parah. Jam 1 dini hari sambil perut makin melilit, aku harus berkali-kali lari dari kamar ke toilet karena nguras isi perut alias muntah-muntah.

Udah nggak kuat lagi nahan sakitnya, jam 3 dilarikan ke UGD Lavallete. Katanya mbak Dokter aku kena radang usus. Lanjutannya, panjang daftar "nggak boleh" dan "harus" yang disebutin mbak Dokter nya. Di antaranya, nggak boleh NGOPI, harus istirahat total. Oalah nasib...nasib....

Sejak itu, udah jarang minum kopi karena takut kambuh lagi. Tapi kadang masih kepengen juga dan ngopinya sambil ngumpet karena takut sama "satpam" di rumah, kalau nggak ya pas nongkrong sama temen-temen.

Tapi sepertinya aku emang berjodoh sama kopi deh. Udah enam bulan ini aku kerja di perkebunan yang salah satu komoditinya kopi. He..he..he.. I love coffee.

Next.. mau cari tahu dulu tentang kopi merek Sidomulyo & semoga ada kesempatan buat main ke kebun kopi di daerah Pare Kediri..

Saturday, 9 April 2011

Between Me, The Magic of David Foster, and Stones Into Schools of Greg Mortenson



Alham
dulillah, sore ini aku kegirangan dapat hadiah CD David Foster dari seorang temen. Thank you.. :)

Turn on CD player keluarin BLP yang baru kemarin aku beli dan ganti CD 1 David Foster. Sepanjang perjalanan pulang aku ditemani hujan yang nggak juga mereda (segala puji bagi Allah SWT, Alhamdulillah, I love rain) dan beberapa lagu produced & arranged by David Foster.

Sampai rumah. Nyalakan kompi, puter CD 2. Nikmati senja. Lanjutin baca Stones into Schools yang udah bikin aku penasaran akhir-akhir ini.



Oh God, aku merinding... Seorang Abdul Rasyid Khan, di tengah menghadapi maut, mendapatkan berita buruk bahwa nggak akan ada bantuan untuk bisa membawanya mendapatkan bantuan medis, nggak ada juga bantuan untuk membantu misinya membangun sekolah perempuan di wilayahnya, dataran tinggi Pamir yang nggak terjangkau. Dia, seorang Abdul Rasyid Khan, di tengah menghadapi maut, malah menyempatkan diri memberikan maklumat mengerahkan komunitasnya untuk pembangunan sekolah. Tujuan yang lebih besar daripada dia sendiri.

Beberapa kali aku berhenti baca untuk menyeka linangan air mataku. Satu lagi pelajaran kepemimpinan yang patut diteladani dan dicontoh.

Dan terdengar.. suara Jordan Hill..

...As long as you believe
You just believe..

..I'll make a wish for you

And hope it will come true
That life would just be kind
To such a gentle mind
If you lose your way
Think back on yesterday
Remember me this way...


Ugghhh, makin deras aja air mataku.. Tak terhitung nikmat dari Allah SWT selama hidupku. Nggak bisa lagi ungkapkan rasa ini.

Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar.

Sunday, 3 April 2011

Me at 27th


Kemarin, 2 April 2011, adalah ulang tahunku yang ke 27. Ucapan selamat dan doa terus masuk, ada yang langsung plus nggak lupa pakai cupika-cupiki, lelepon, sms, email, facebook & twitter juga nggak kelewat. Sejak bangun tidur sampai kembali tidur malam. Lucunya, ada juga yang sehari sebelumnya malah sudah merayakan ulang tahunku dengan surprising little party at new office dengan kue tart yang tiba-tiba nongol di meja.




Sempet bingung dan ngira itu April Mop, eeh... ternyata ada yang salah informasi. Tapi asik banget ngelesnya, dan dengan cool bilang "dari pada telat mendingan sekarang, soalnya besok kan nggak ketemu". He..he..he..


Sempet kepikir sih sebelumnya, tahun ini ulang tahun bakalan sepi di kantor karena nggak ada yang tahu. Dan akan merindukan little surprising birthday party di kantor lama yang udah 3 tahun selalu nggak pernah lewat. Jiiiaaah ternyata yang tahun ini beneran surprice pakai acara salah tanggal. Hi..hi..hi..

Nggak cuma itu, ada lagi yang unik dan baru kali ini terjadi. Dari sekian banyak ucapan selamat ulang tahun dan doa itu, ada satu yang beda, ini bunyinya:

"Jika benar hari ini jenengan ulang tahun: bersyukurlah atas karunia Allah selama ini dan jika ada keinginan yang belum terkabul, bukan berarti Allah tidak mengabulkan tetapi barangkali antara keinginan jenengan dan takdir Allah tidak sama jadi tetaplah bersyukur karena itulah yang terbaik menurut Allah, bukan menurut kita"

Yes Sir. Right. I will. InsyaaLlah.

Whatever, wherever, whenever, whoever, however, happy or sad, good or bad, (atas ijin Allah SWT) aku akan selalu berusaha untuk bersyukur. Because my live belongs to God.